Vulvodynia: Penyebab, Gejala, Dan Pengobatan

women-connect-asia.com – Vulvodynia yaitu penyakit kronis yang memperlihatkan rasa tidak nyaman pada vulva. Vulvodynia ditandai dengan beberapa tanda-tanda rasa menyerupai nyeri, rasa menyerupai terbakar, gatal, bengkak, rasa tidak nyaman ketika duduk dan berafiliasi seksual.

Apa Itu Vulvodynia?

Munculnya penyakit Vulvodynia mempunyai kaitan dengan pengobatan vaginitis atau infeksi jamur yang berulang. Lantas, Vulvodynia apakah berbahaya? Penting untuk Anda ketahui bahwa Vulvodynia tidak menular ketika melaksanakan hubungan seksual.

Meski begitu, bagi penderita Vulvodynia rasa sakitnya yang dialami sanggup muncul terus menerus atau hilang-timbul dan sanggup bertahan selama berbulan-bulan sampai bertahun-tahun.

Perlu Anda ketahui, lantaran suhu di area vulva cenderung basah dan hangat maka kulit vulva rentan mengalami iritasi. Seorang wanita wanita postmenopause dan anak perempuan yang belum pubertas rentan mengalami hal ini. Pada usia tersebut, jaringan vulva menjadi lebih tipis dan kering lantaran kadar hormon estrogen yang rendah.

Penyebab Vulvodynia

Hingga sekarang penyebab Vulvodynia belum diketahui dengan pasti. Namun terdapat beberapa faktor-faktor yang diduga berkontribusi terhadap penyakit Vulvodynia, di antaranya:

Terlalu usang dudukPerubahan hormon.Gangguan saraf.Kejang otot.Konsumsi antibiotik terlalu sering.Sering memakai celana ketat.Adanya infeksi vagina di masa lalu.Pernah kena penyakit menular seksual.Alergi atau hipersensitivitas lokal pada kulit.Pernah menjalani operasi peremajaan vagina.Cedera atau iritasi pada saraf yang mengelilingi tempat vulva.

Perlu diketahui juga banyak perempuan mengalami Vulvodynia mempunyai riwayat vaginitis atau riwayat pengobatan infeksi jamur. Pada beberapa kasus, seorang perempuan dengan kondisi tersebut kadang mempunyai riwayat pelecehan seksual.

Gejala Vulvodynia

Vulvodynia kerap dirasakan pada perempuan ketika ingin melaksanakan kekerabatan seksual. Rasa nyeri pada vulva tidak hanya dipicu akhir sentuhan, tetapi nyeri juga muncul tanpa ada reaksi sentuhan dari luar dan sanggup bertahan lama.

Rasa nyeri pada Vulvodynia menyerupai rasa ditusuk-tusuk dibarengi rasa menyerupai terbakar. Selain itu, nyeri ketika berafiliasi seksual yaitu faktor psikologis yang menciptakan takut dan cemas untuk melaksanakan kekerabatan intim.

Bila Anda menderita Vulvodynia, Anda akan merasa takut apabila berafiliasi seksual lantaran mereka yakin rasa nyeri tersebut muncul akhir kontak dengan organ vital penetrasi berlangsung.

Seseorang dengan Vulvodynia kadang mencicipi nyeri di tempat vulva, atau mungkin terlokalisasi pada area tertentu, menyerupai pintu masuk vagina.

Kondisi serupa menyerupai vestibulitis vulva sanggup menimbulkan rasa sakit hanya ketika diberikan tekanan pada tempat sekitar pintu masuk vagina. Jaringan vulva mungkin terlihat meradang atau bengkak, atau kadang juga tampak normal.

Pemeriksaan Vulvodynia

Apabila Anda memiliki gejala Vulvodynia, segera ke dokter untuk mendapat penanganan yang sempurna lantaran Vulvodynia merupakan penyakit dengan atau tanpa kelainan medis yang signifikan.

Sebelum dilakukan pemeriksaan, dokter biasanya akan mengumpulkan alasannya yaitu dari nyeri yang dialami, apakah ada faktor pemicu timbulnya nyeri, lokasi dan intensitas nyeri dan sejak kapan nyeri itu muncul.

Sedangkan pada investigasi organ vital, dokter akan melihat apakah ada kelainan anatomis menyerupai munculnya benjolan (Bartholin), inflamasi ataupun luka dan cairan putih. Kadang-kadang infeksi sanggup mengawali timbulnya rasa nyeri khas Vulvodynia yang berkepanjangan.

Selain itu, investigasi laboratorium  sanggup dipakai untuk mengindikasikan apakah nyeri pada vulva disebabkan oleh bakteri. Tes laboratorium mempunyai kegunaan untuk menilai kadar asam (pH) dan mendeteksi adanya sel basil atau jamur

Tes dengan hasil negatif sanggup menerangkan bahwa nyeri vulva bukan disebabkan oleh infeksi dari penyakit bakterial Vaginosis.

Pengobatan Vulvodynia

Pada dasarnya pengobatan Vulvodynia fokus untuk mengatasi gejalanya. Selain itu, setiap perempuan mempunyai pengobatan yang berbeda-beda. Pengobatan sanggup memerlukan waktu berminggu-minggu sampai berbulan-bulan.

Berikut yaitu cara mengobati Vulvodynia yang sanggup dilakukan, di antaranya:

1. Bius lokal

Cara mengobati Vulvodynia lainnya yaitu dengan salep lidocaine. Cara ini hanya membantu untuk meringankan tanda-tanda dengan sementara. Lidocaine baik dipakai 30 menit sebelum berafiliasi seksual. Salep ini menciptakan pasangan mengalami mati rasa sementara.

2. Blok saraf

Jika tidak mempan memakai bius lokal menyerupai salep lidocaine, perempuan yang mengalami Vulvodynia sudah usang biasanya akan diberi suntikan blok saraf lokal.

3. Obat-obatan

Pada umumnya, dokter akan memperlihatkan Anda resep antidepresan, antikonvulsan atau trisiklik untuk membantu mengurangi rasa sakit di vagina. Obat lain yang mungkin diresepkan yaitu antihistamin guna mengurangi rasa gatal.

Sementara itu, pada perempuan yang menginjak masa menopause dan postmenopause (40 tahun keatas), terapi lidocaine ditambah krim estrogen membantu mengurangi rasa nyeri. Apabila nyeri berlangsung sampai 6 bulan atau 1 tahun lebih, maka diharapkan obat penenang (antidepresan).

4. Terapi biofeedback

Terapi dipakai untuk membantu mengurangi rasa sakit akibat Vulvodynia. Penderita akan diajarkan untuk mengendalikan respon pada tubuh. Pada dasarnya, terapi ini bertujuan untuk menciptakan badan lebih rileks sehingga rasa sakit sanggup berkurang.

Selain itu, biofeedback mempunyai kegunaan untuk mengendurkan otot panggul, yang sanggup mengantisipasi rasa sakit kontraksi yang ditimbulkannya.

5. Terapi dasar panggul

Otot-otot dasar panggul merupakan otot yang mendukung kandung kemih, usus, dan rahim. Banyak perempuan yang mengalami Vulvodynia mempunyai problem dengan otot-otot dasar panggul. Guna memperkuat otot-otot dasar panggul diharapkan latihan-latihan khusus meringankan rasa sakit Vulvodynia.

Terapi fisik ini membantu mengatur kontraksi otot panggul ketika Anda berafiliasi seksual biar terhindar dari rasa sakit. Meningkatnya tekanan panggul akan mengakibatkan rasa nyeri, oleh lantaran itu terapi dasar panggul dianjurkan untuk melaksanakan terapi relaksasi menyerupai manuver kegel.

6. Operasi

Jika dalam masalah di mana area yang sakit melibatkan area yang kecil (lokal Vulvodynia, vulva vestibulitis), operasi untuk mengangkat kulit dan jaringan yang terkena sanggup mengurangi rasa sakit pada beberapa wanita. Prosedur ini dikenal dengan nama vestibulectomy.