Mengenal Skizofrenia, Penyakit Yang Diidap Ibu Pembawa Anjing Ke Masjid

women-connect-asia.com– Kasus anjing yang dibawa seorang ibu hingga masuk ke dalam masjid masih menjadi bahasan hangat warganet. Banyak warganet yang mengaku tidak terima dengan sikap sang ibu, namun belakangan ini diketahui bahwa tindakannya yang tidak masuk akal ini ternyata terkait dengan kondisi kejiwaan yang diidapnya, yakni skizofrenia paranoid.

Skizofrenia diidap ibu yang membawa anjing ke masjid

Dalam video yang beredar luas di media sosial, terlihat bahwa sang ibu masih menggunakan sandalnya dikala memasuki masjid sambil marah-marah. Terlihat terperinci pula bahwa ada anjing berukuran kecil di belakangnya dikala sang ibu sedang berbicara dengan beberapa orang yang ada di dalam masjid.

Beberapa dikala lalu, beredar kabar yang menyebut ibu dengan inisial SM ini marah-marah lantaran di dalam masjid ini terdapat program ijab kabul antara suaminya dengan perempuan lain. Hanya saja, Pembina Masjid Al-Munawaroh, kawasan insiden ini, Raudl Bahar menyebut tidak ada ijab kabul yang melibatkan suami SM di dalam masjid tersebut. Hal ini berarti, kondisi kejiwaan SM memang tidak stabil sehingga membuatnya hingga berpikir jikalau suaminya menikah lagi.

Kapolres Bogor AKBP AM Dicky menyebut perempuan berusia 52 tahun ini memang cenderung mempunyai emosi yang tidak stabil. Selain sering marah, keterangan yang diungkapkannya di hadapan polisi juga terus berubah.

Suami SM hingga memperlihatkan dua surat keterangan medis dari dua rumah sakit yang memperlihatkan kondisi kejiwaan SM. Hal ini lah yang kemudian memperlihatkan bahwa sang perempuan memang menderita skizofrenia.

Mengenal skizofrenia

Pakar kesehatan menyebut skizofrenia menyerang 1,1 persen dari total seluruh penduduk di Indonesia. Sebagian besar dari kasus ini yaitu sikzofrenia paranoid. Penderita penyakit ini seringkali yaitu yang masih berusia muda, yakni 18 hingga 30 tahun. Hanya saja, cukup banyak kasus skizofrenia yang berawal di usia 45 tahun.

Skizofrenia sanggup menghipnotis cara berpikir dan sikap penderitanya. Bahkan, mereka menyerupai sanggup hidup di dunia sendiri dan terputus dari realita. Hal ini disebabkan oleh kesulitan untuk membedakan antara mana yang kasatmata dan mana yang bahwasanya dari pikirannya sendiri.

Hanya saja, perkembangan penyakit ini cenderung sangat lambat sehingga pengidapnya tidak menyadari ada yang salah dengan kejiwaannya selama bertahun-tahun. Sayangnya, hal ini pulalah yang menciptakan mereka sulit untuk disembuhkan.

Cukup banyak penderita skizofrenia yang mengalami halusinasi, mendengarkan bunyi yang bahwasanya tidak ada, hingga menganggap orang lain melaksanakan hal-hal yang bahwasanya tidak dilakukan. Hal ini sanggup menyebabkan ketakutan berlebih atau hal-hal lainnya.

Berbagai penyebab skizofrenia

Sebenarnya, hingga dikala ini belum terperinci apa penyebab niscaya dari dilema skizofrenia. Hanya saja, hal ini diduga terkait dengan banyak sekali faktor.

Berikut yaitu banyak sekali faktor yang sanggup menyebabkan datangnya skizofrenia.

Faktor genetik

Pakar kesehatan menyebut faktor keturunan sanggup meningkatkan risiko terkena skizofrenia. Hal ini berarti, jikalau ada riwayat keluarga mengalami skizofrenia, kita mempunyai risiko terkena dilema kesehatan yang sama hingga 10-50 persen. Hanya saja, terkadang seseorang mengalami mutasi gen yang kesannya memicu datangnya dilema ini meski tidak mempunyai faktor keturunan.

Akibat efek lingkungan

Pakar kesehatan menyebut gangguan mental ini juga sanggup disebabkan oleh faktor lingkungan menyerupai stres berat, paparan materi kimia dikala masih berada dalam rahim atau kehamiln ibu, penggunaan narkoba, dan lain-lain.

Terjadinya perubahan pada struktur kimia di dalam otak

Mereka yang mengalami skizofrenia cenderung mempunyai ruang ventrikel otak yang lebih besar mempunyai kepingan lobus temporal yang terkait memori yang cenderung lebih kecil, mempunyai perubahan pada zat kimia otak dan neurotransmitter, serta mempunyai jumlah konektor antar sel-sel otak yang lebih sedikit.