Glaukoma: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, Pencegahan

women-connect-asia.com– Gangguan penglihatan mata tidak hanya dampak dari terlalu usang menatap monitor komputer atau smarthphone, ternyata penyakit glaukoma juga menjadi penyebabnya dan bahkan berisiko kebutaan. Penyakit glaukoma relatif umum, terutama pada orang remaja yang lebih bau tanah dan sanggup menjadikan kerusakan saraf optik jikalau tidak ditangani. Selengkapnya simak apa itu glaukoma hingga pengobatannya di bawah ini.

Apa Itu Glaukoma?

Glaukoma yaitu penyakit mata yang ditandai dengan peningkatan tekanan cairan pada mata. Jika glaukoma tidak segera ditangani, pasien bisa kehilangan penglihatan dan bahkan menjadi buta.

Glaukoma yaitu kondisi yang menjadikan kerusakan saraf optik mata dan semakin jelek dari waktu ke waktu. Glaukoma cenderung diwariskan dan mungkin tidak muncul hingga di usia tertentu.

Peningkatan tekanan bola mata, yang disebut tekanan intraokular, sanggup merusak saraf optik, yang mentransmisikan gambar ke otak. Jika terjadi kerusakan saraf optik lantaran peninggian tekanan bola mata yang terus menerus, glaukoma akan menjadikan kehilangan penglihatan permanen dalam beberapa tahun perjalanan penyakit tersebut, jikalau tidak segera ditangani.

Penyebab Glaukoma

Glaukoma biasanya terjadi ketika tekanan bola mata meningkat. Hal ini sanggup terjadi ketika peredaran cairan mata tidak selancar biasanya di dalam mata. Tekanan di dalam mata meningkat ketika sistem drainase cairan mata gagal berfungsi dengan baik. Glaukoma sanggup berkembang secara lambat (glaukoma kronis) atau tiba-tiba (glaukoma akut):

1. Glaukoma kronis

Penyebab glaukoma lantaran penyumbatan jalan masuk drainase mata terjadi secara bertahap. Ini yaitu bentuk paling umum dan tidak menyakitkan

2. Glaukoma akut

Penyumbatan di jalan masuk drainase mata terjadi secara tiba-tiba. Ini menyakitkan dan sanggup menjadikan kehilangan penglihatan permanen jikalau tidak segera diobati.

Ada banyak sekali jenis glaukoma, dengan banyak sekali karakteristik dan penyebab glaukoma. Beberapa di antaranya adalah:

3. Glaukoma sudut terbuka

Juga disebut wide-angle glaucoma, ini yaitu jenis yang paling sering dari penyakit glaukoma. Struktur mata tampak normal, tetapi cairan dalam mata tidak mengalir dengan baik melalui jalan masuk mata (saluran trabecular meshwork).

Pada glaukoma sudut terbuka, biasanya perkembangan penyakit perlahan-lahan, diawali dengan tidak sanggup melihat di area lapangan pandang kiri atau kanan atau atas atau bawah, kemudian akan kehilangan penglihatan yang terasa menyerupai melihat dari terowongan (tunnel vision).

4. Glaukoma sudut tertutup

Juga disebut glaukoma sudut sempit. Drainase yang jelek disebabkan lantaran sudut antara iris dan kornea terlalu sempit dan secara fisik terhalang oleh iris. Kondisi ini menjadikan penumpukan tiba-tiba tekanan di mata.

Gejala glaukoma muncul mendadak dan lebih parah dari glaukoma kronis. Pada glaukoma akut, mata tampak merah, pasien juga mengeluh pusing, diikuti mual dan muntah.

5. Glaukoma sudut terbuka primer

Penyumbatan parsial dalam sistem drainase mata menjadikan cairan mengalir keluar dari mata terlalu lambat, menghasilkan peningkatan tekanan sedikit demi sedikit di dalam mata.

6. Glaukoma bawaan

Anak-anak yang lahir menderita glaukoma bawaan mempunyai cacat pada sudut mata mereka, yang memperlambat atau mencegah anutan cairan normal. Glaukoma kongenital biasanya timbul dengan tanda-tanda glaukoma, menyerupai mata keruh, sobekan yang berlebihan, atau kepekaan terhadap cahaya. Glaukoma bawaan sanggup terjadi dalam keluarga.

7. Glaukoma sekunder

Penyakit glaukoma sekunder biasanya imbas samping dari cedera atau kondisi mata lainnya, menyerupai katarak atau tumor mata. Obat-obatan, menyerupai kortikosteroid, juga sanggup menjadikan jenis glaukoma ini. Operasi mata jarang sanggup menjadikan glaukoma sekunder.

8. Glaukoma normal

Dalam beberapa kasus, orang-orang tanpa tekanan mata yang meningkat mengalami kerusakan pada saraf optiknya. Penyebabnya tidak diketahui. Namun, sensitivitas ekstrem atau kurangnya anutan darah ke saraf optik mungkin menjadi faktor dalam jenis glaukoma ini.

Siapa yang Berisiko Mengalami Glaukoma?

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menyerupai dilansir Healthline, glaukoma yaitu penyebab utama kedua kebutaan di seluruh dunia. Faktor risiko penyakit glaukoma di antaranya:

1. Usia

Orang yang berusia di atas 60 tahun berisiko lebih tinggi mengalami glaukoma, dan risiko glaukoma sedikit meningkat seiring bertambahnya usia. Jika Anda keturunan orang Afrika-Amerika, peningkatan risiko dimulai pada usia 40 tahun.

2. Etnis

Orang Afrika-Amerika atau orang-orang keturunan Afrika secara signifikan lebih mungkin mengalami glaukoma daripada Kaukasia. Orang-orang keturunan Asia berisiko lebih tinggi terkena glaukoma sudut tertutup, dan orang-orang keturunan Jepang mempunyai risiko lebih tinggi terkena glaukoma tegangan rendah.

3. Masalah pada mata

Peradangan mata kronis dan kornea tipis sanggup menjadikan peningkatan tekanan di mata. Cedera fisik atau trauma pada mata, menyerupai terkena di mata juga sanggup menjadikan tekanan mata meningkat.

4. Keturunan keluarga

Beberapa jenis glaukoma sanggup diwariskan dalam keluarga. Jika orang bau tanah atau kakek dan nenek menderita glaukoma sudut terbuka, kemungkinan keturunananya berisiko lebih tinggi terkena kondisi ini.

5. Riwayat kesehatan

Penderita diabetes, orang-orang dengan tekanan darah tinggi (hipertensi) dan penyakit jantung mempunyai peningkatan risiko terkena glaukoma.

6. Penggunaan obat tertentu

Menggunakan kortikosteroid untuk waktu yang usang sanggup meningkatkan risiko terkena glaukoma sekunder.

Gejala Glaukoma

Jika Anda mempunyai salah satu dari tanda-tanda glaukoma berikut, cari perawatan medis segera:

Melihat bulat cahaya di sekitar lampuKehilangan penglihatanKemerahan pada mataMata yang terlihat kabur, terutama pada bayi yang mengalami pembengkakan korneaMual atau muntahNyeri di mataPenyempitan pandangan, menyerupai melihat dari terowongan atau lubang kunci.Diagnosis Glaukoma

Untuk mendiagnosis glaukoma, dokter mata akan menyelidiki penglihatan mata dan menyelidiki mata melalui pupil yang diperlebar dengan obat midriatikum. Pemeriksaan mata biasanya berfokus pada saraf optik, yang mempunyai penampilan khusus untuk glaukoma, yaitu pelebaran rasio diskus optikus dari saraf optik. Bahkan, foto saraf optik juga sanggup membantu menelusuri penyakit glaukoma dari waktu ke waktu.

Dokter juga akan melaksanakan mekanisme yang disebut tonometri untuk menyelidiki tekanan mata, dan tes bidang visual, jikalau perlu, untuk memilih apakah ada kehilangan lapangan pandang.

Jika hasil investigasi tonometri (mengukur tekanan mata) mengatakan peningkatan tekanan bola mata, maka mekanisme midriasis (pelebaran pupil) untuk melihat saraf optik dihentikan dilakukan.

Cara Mengobati Glaukoma

Cara mengobati glaukoma sanggup meliputi obat minum, tetes mata, operasi laser, atau operasi mikro.

1. Obat minum

Biasanya obat minum ini yaitu obat untuk mengurangi cairan di dalam tubuh. Efek sampingnya yaitu penderita glaukoma akan sering berkemih, dan kehilangan elektrolit tubuh. Untuk itu, biasanya konsumsi obat ini sering diiringi dengan konsumsi tablet yang mengandung elektrolit menyerupai tablet KCl.

2. Obat tetes mata untuk glaukoma

Ini baik mengurangi pembentukan humor aqueous (cairan berlendir). Efek samping dari obat tetes glaukoma mungkin termasuk alergi, kemerahan pada mata, penglihatan kabur, dan iritasi mata.

Beberapa obat glaukoma sanggup memengaruhi jantung dan paru-paru. Pastikan pasien menceritakan perihal riwayat penyakit jantung maupun paru-paru

3. Operasi laser untuk glaukoma

Operasi laser untuk glaukoma dilakukan untuk meningkatkan arus keluar cairan dari mata pada glaukoma sudut terbuka atau untuk menghilangkan penyumbatan cairan pada glaukoma sudut tertutup.

Jenis operasi laser untuk glaukoma termasuk trabeculoplasty, di mana laser dipakai untuk membuka kawasan drainase trabecular meshwork dan iridotomy, di mana lubang kecil dibentuk di iris, yang memungkinkan cairan mengalir lebih bebas dan siklofotokoagulasi, di mana sinar laser diarahkan ke bidang lapisan tengah mata, untuk mengurangi produksi cairan.

4. Operasi mikro untuk glaukoma

Dalam sebuah operasi yang disebut trabeculectomy sebuah jalan masuk gres dibentuk untuk mengalirkan cairan, sehingga mengurangi tekanan intraokular yang menjadikan glaukoma. Kadang-kadang bentuk operasi glaukoma ini gagal dan harus diulang.

Komplikasi lain dari mekanisme mikro untuk glaukoma yaitu kehilangan penglihatan sementara maupun permanen, serta perdarahan atau infeksi.

Pencegahan Glaukoma

Glaukoma tidak sanggup dicegah, tetapi jikalau didiagnosis dan diobati secara dini, penyakit ini sanggup dikendalikan.

1. Perawatan mata secara teratur

Kontrol mata secara rutin sanggup membantu mendeteksi glaukoma pada tahap awal sebelum kerusakan permanen terjadi. Sebagai hukum umum, lakukan investigasi mata menyeluruh setiap empat tahun mulai usia 40 dan setiap dua tahun dari usia 65.

Anda mungkin perlu lebih sering melaksanakan skrining jikalau Anda berisiko tinggi glaukoma. Minta pada dokter untuk merekomendasikan jadwal skrining yang sempurna untuk Anda.

2. Cari tahu riwayat kesehatan mata keluarga Anda

Penyakit glaukoma cenderung terjadi lantaran diwariskan dari keluarga. Jika Anda berisiko tinggi, Anda mungkin perlu lebih sering melaksanakan skrining.

3. Berolahraga dengan aman

Olahraga ringan yang teratur sanggup membantu mencegah glaukoma dengan mengurangi tekanan mata. Bicarakan dengan dokter perihal aktivitas olahraga yang tepat.

4. Gunakan obat tetes mata yang diresepkan secara teratur

Obat tetes mata glaukoma secara signifikan sanggup mengurangi risiko bahwa tekanan mata yang tinggi akan berlanjut ke glaukoma. Agar efektif, tetes mata yang diresepkan oleh dokter perlu dipakai secara teratur bahkan jikalau Anda tidak mempunyai tanda-tanda glaukoma.

5. Pakai pelindung mata

Cedera mata yang serius sanggup menjadikan glaukoma. Kenakan pelindung mata ketika berada di luar ruang, ketika memakai alat listrik atau ketika berolahraga.