Diclofenac: Manfaat, Dosis, Efek Samping

women-connect-asia.com – Diclofenac obat apa? Diclofenac atau Diclofenak yaitu obat dari golongan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS). Obat ini dipakai untuk mengatasi nyeri dan pembengkakan yang disebabkan oleh peradangan. Ketahui selengkapnya ihwal Diclofenac mulai dari manfaat, dosis, dan imbas samping.

Rangkuman Informasi Obat DiclofenacNama ObatDiclofenacKelas Terapi ObatObat antiinflamasi nonsteroidKategoriObat resepManfaat ObatMengurangi peradanganDikonsumsi OlehDewasa dan anak-anakSediaan ObatTablet, kapsul, gel, cairan injeksi, suppositoriaCara Kerja Obat Diclofenac

Diclofenac termasuk ke dalam golongan obat antiinflamasi nonsteroid. Cara kerja obat ini yaitu dengan cara menghentikan produksi zat yang mengakibatkan rasa sakit, demam, dan peradangan pada tubuh.

Manfaat Diclofenac

Secara umum manfaat Diclofenac yaitu untuk mengurangi peradangan dan rasa sakit. Berikut yaitu beberapa kondisi di mana Diclofenak sanggup digunakan:

Artritis reumatoidOsteoarthritisAsam uratTegang otot dan ligamenTerkilirAnkylosing spondylitisSakit gigiMigrainNyeri haidDosis Diclofenac

Diclofenac hadir dalam sediaan tablet, kapsul, gel, tetes mata, cairan injeksi, sampai suppositoria. Dosis sanggup berbeda-beda bergantung pada sediaan dan kebutuhan pasien. Berikut yaitu takaran Diclofenac menurut kondisi yang diatasi:

1. Dosis Diclofenac untuk osteoarthritisKapsul: 35 mg, diberikan 3 kali sehari.Tablet: 50 mg, diberikan 2 sampai 3 kali perhari.Dosis maksimum hariannya yaitu 150 mg.2. Dosis Diclofenac untuk ankylosing spondylitisTablet: 25 mg, diberikan 4 kali sehari. Dosis sanggup ditambahkan 25 mg, diberikan sebelum tidur.Dosis maksimum hariannya yaitu 125 mg.3. Dosis Diclofenac untuk nyeri haid atau dismenoreTablet: 50 mg, diberikan 3 kali per hari.Dosis awal sanggup diberikan 100 mg, gres kemudian diikuti dengan takaran 50 mg.4. Dosis Diclofenac untuk arthritis rheumatoidTablet: 50 mg, diberikan 3 atau 4 kali sehari. Dosis maksimum hariannya yaitu 225 mg.Tablet lepas lambat: 100 mg, diberikan 1 kali sehari. Dosis maksimalnya yaitu 100 mg diberikan 2 kali sehari.5. Dosis Diclofenac untuk nyeriKapsul: 25 mg, diberikan 4 kali sehari.Kapsul bebas asam: 18 mg atau 35 mg, diberikan 3 kali sehari.Tablet: 50 mg, diberikan 3 kali sehari. Dosis awal 100 mg, gres kemudian diikuti dengan 50 mg.Intravena: 37,5 mg selama 15 detik, diberikan setiap 6 jam atau sesuai kebutuhan. Dosis maksimum hariannya yaitu 150 mg.

Dosis di atas yaitu takaran yang umum diberikan. Dosis sanggup berubah sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pasien. Jangan pernah mengganti takaran tanpa berkonsultasi dengan dokter atau apoteker.

Petunjuk Penggunaan Diclofenac

Diclofenac harus dipakai sesuai dengan petunjuk penggunaannya. Berikut yaitu hukum minum Diclofenac dan penggunaannya yang benar:

Obat ini umumnya sanggup dikonsumsi bersama atau tidak bersamaan dengan makanan, diubahsuaikan dengan sediaannya.Gunakan obat Diclofenac sesuai dengan takaran yang disarankan dan sesuai dengan sediaannya.Gunakan obat Diclofenac pada waktu yang sama setiap harinya.Jika takaran terlewat, segera konsumsi obat dikala ingat. Namun jikalau erat dengan takaran selanjutnya, maka cukup konsumsi takaran selanjutnya saja.Jika tidak sengaja mengonsumsi obat Diclofenac melebihi takaran yang disarankan, segera konsultasikan ke dokter.Penggunaan Diclofenac melalui intravena sebaiknya dilakukan oleh petugas kesehatan.Petunjuk Penyimpanan Diclofenac

Berikut yaitu petunjuk penyimpanan Diclofenac yang harus diperhatikan:

Simpan obat Diclofenac pada suhu ruangan.Simpan obat Diclofenac di kawasan kering dan tidak lembap.Hindari obat Diclofenac dari cahaya atau sinar matahari langsung.Hindari obat Diclofenac dari jangkauan belum dewasa dan binatang peliharaan.Efek Samping Diclofenac

Obat-obatan jenis apapun berpotensi menjadikan imbas samping, begitu juga dengan Diclofenak. Beberapa imbas samping yang mungkin timbul dari obat Diclofenak oral yaitu sebagai berikut ini:

Sakit kepalaPusingSakit perutNafsu makan menurunMualMuntahDiareRuam kulit

Penggunaan Diclofenac gel sanggup berpotensi menjadikan imbas samping seperti:

Sensitivitas terhadap sinar matahari meningkatRuam pada cuilan kulit di mana obat diaplikasikanIritasi atau eksimDermatitis

Efek samping lain yang lebih serius namun lebih jarang terjadi meliputi:

Pendarahan di perut, ditandai dengan tinja hitam atau muntah darahGangguan pencernaan parahKulit dan cuilan putih mata menguningGangguan jantung

Efek samping di atas tidak selalu terjadi. Efek samping juga umumnya akan hilang dengan sendirinya ketika berhenti minum obat. Efek samping juga sanggup terjadi akhir penggunaan obat berlebihan, interaksi obat, penggunaan jangka panjang, atau lantaran kondisi tertentu dari setiap pasien yang tentunya berbeda-beda.

Jika Anda mencicipi tanda-tanda imbas samping berat atau reaksi alergi dari penggunaan obat ini, segera hentikan penggunaan obat dan konsultasikan dengan dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Interaksi Obat Diclofenac

Interaksi obat sanggup terjadi ketika Diclofenac dipakai bersama dengan jenis obat-obatan lain tertentu. Interaksi obat mengakibatkan efektivitas obat menurun dan sanggup meningkatkan potensi terjadinya imbas samping.

Berikut yaitu jenis obat yang sebaiknya tidak dipakai bersama dengan Diclofenac:

OAINS lainnyaAntibiotikPengencer darahObat untuk duduk kasus jantungObat penurun kolesterolObat untuk mengatasi kejangObat steroidDiuretikLithiumMethotrexateMifepristoneZidovudine

Daftar obat di atas kemungkinan bukan merupakan daftar lengkap. Beri tahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi atau belakangan mengonsumsi obat-obatan tertentu baik obat resep, non-resep, sampai herbal. Konsumsi alkohol juga sanggup mengakibatkan interaksi obat, maka sebaiknya dihindari.

Diskusikan juga dengan dokter ihwal jenis kuliner atau minuman yang sebaiknya dihindari selama penggunaan obat Diclofenac untuk menghindari interaksi obat.

Peringatan dan Perhatian Diclofenac

Diclofenac termasuk ke dalam jenis obat keras yang penggunaannya harus melalui resep dokter. Ikuti petunjuk penggunaan obat ini dengan seksama untuk menjaga keamanannya. Berikut yaitu beberapa hal lain yang perlu menjadi peringatan dan perhatian selama penggunaan obat Diclofenac:

Jangan gunakan obat Diclofenac pada pasien yang hipersensitif pada Diclofenac dan komponen lain yang terkandung dalam obat ini. Waspada jikalau Anda mempunyai riwayat alergi pada obat sejenis.Beri tahu dokter apabila Anda mempunyai kondisi menyerupai riwayat asma, riwayat radang atau pendarahan saluran pencernaan, tekanan darah tinggi, riwayat gagal jantung, penyakit Crohn atau kolitis ulseratif, lupus, gangguan bekuan darah.Penggunaan pada ibu hamil, ibu menyusui, dan perempuan yang sedang merencanakan kehamilan sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter sebelumnya.

 

Sumber:

Diclofenac Sodium – https://www.webmd.com/drugs/2/drug-4284-4049/diclofenac-oral/diclofenac-sodium-enteric-coated-tablet-oral/details diakses 3 Juli 2019Diclofenac Dosage – https://www.drugs.com/dosage/diclofenac.html diakses 3 Juli 2019Diclofenac – https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a689002.html diakses 3 Juli 2019Diclofenac – https://www.nhs.uk/medicines/diclofenac/ diakses 3 Juli 2019