Benarkah Stres Dapat Pengaruhi  Kesuburan Wanita?

women-connect-asia.com– Bukan menjadi hal yang asing lagi pada zaman yang serba maju ini, kebanyakan perempuan lebih menentukan menjadi perempuan karir daripada harus berdiam diri di rumah. Pilihan itu terbilang sebagai gaya hidup gres yang mulai digemari oleh perempuan muda, maupun tua. Sebab, kebutuhan hidup semakin tinggi sehingga menciptakan perempuan juga harus mencari nafkah sendiri supaya dapat berdikari dan tak selalu tergantung pada suami.

Namun, menentukan jalan hidup sebagai perempuan karir pun mempunyai risiko dan efek samping. Salah satunya ialah risiko stres yang tidak dapat dihindari. Sebab, hampir semua perempuan karir niscaya mengalami tingkatan stres yang cukup tinggi sehingga dapat berdampak negatif bagi kesehatannya. Salah satu dampak yang dipercaya hingga ketika ini ialah memengaruhi kesuburan.

Lantas, apakah benar jikalau stres dapat memengaruhi tingkat kesuburan wanita?

Sebelum membahas hal itu, alangkah lebih baik Anda mengetahui terlebih dahulu bahwa stres memang sebuah hal yang harus benar-benar dikendalikan, kalau dapat dihindari bagi siapa saja. Sebab, stres dapat mengganggu psikologis yang jadinya mengacaukan sistem serta fungsi tubuh, contohnya mengacaukan metabolisme, sistem cerna, serta sirkulasi oksigen dan darah.

Bagi seorang wanita, stres teramat besar dampaknya. Bahkan disebutkan jikalau stres yang tidak segera diatasi dapat merangsang lahirnya hormon kortisol secara berlebihan. Seperti diketahui, hormon kortisol dapat menghambat produksi hormon utama tubuh, yaitu Gonadotropin-Releasing Hormone (GnRH). Secara ringkas, hormon yang satu ini ada kaitannya dengan pembentukan sel telur pada wanita. Jadi, ketika produksinya terhambat, Anda sudah tahu apa yang akan terjadi, bukan?

Hal inilah yang juga menjadi alasan mengapa perempuan yang rentan stres selalu mengalami kekacauan siklus menstruasi. Begitu juga sebaliknya, ketika perempuan dalam keadaan normal dan gembira, siklus menstruasi akan berjalan lancar tanpa ada hal yang menyakitkan. Oleh alasannya ialah itu, bagi perempuan yang menentukan pilihan hidup sebagai perempuan karir, disarankan untuk dapat mengelola stres dengan baik supaya tidak menjadikan problem bagi kesehatan, salah satunya ialah problem kesuburan.