Abortus Imminens: Penyebab, Gejala, Penanganan, Dll

women-connect-asia.com – Abortus imminens bukan merupakan jenis aborsi, melainkan kondisi alami yang mungkin terjadi pada kehamilan. Kondisi ini sanggup berpotensi menjadikan keguguran, sehingga dikenal juga dengan istilah threatened miscarriage. Ketahui selengkapnya perihal pengertian abortus imminens, penyebab, gejala, penanganan, serta pencegahannya!

Pengertian Abortus Imminens

Apa itu abortus imminens? Abortus imminens yaitu kondisi di mana terjadi pendarahan vagina pada 20 ahad pertama kehamilan. Pendarahan ini sering kali disertai dengan kram perut.

Abortus imminens juga dikenal dengan istilah threatened abortion atau threatened miscarriage (ancaman keguguran), lantaran intinya tanda-tanda kondisi ini mengatakan bahwa keguguran memang sanggup saja terjadi.

Pendarahan vagina selama kehamilan, terutama pada trimester awal, yaitu kondisi yang umum. Sekitar 20-30% perempuan hamil mengalami kondisi ini. Dari sekian banyak jumlah yang mengalami pendarahan tersebut, 50% mengalami keguguran.

Meskipun memakai kata abortus yang merujuk pada kata aborsi, namun keguguran yang terjadi akhir abortus imminens yaitu insiden alami yang tidak terkait dengan mekanisme aborsi. Seseorang yang pernah mengalami keguguran mempunyai risiko lebih tinggi mengalami kondisi ini.

Penyebab Abortus Imminens

Sama ibarat banyak masalah keguguran, penyebab abortus imminens sering kali tidak diketahui dengan jelas. Berikut yaitu kondisi paling umum yang mengancam seseorang mengalami keguguran:

Janin gila yang disebabkan oleh duduk kasus dalam kromosom. Kondisi ini ditemukan pada setengah lebih masalah keguguran. Risiko cacat kromosom akan meningkatkan pada perempuan yang hamil di usia yang lebih tua.Penyakit kronis ibarat tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit ginjal, lupus, dan kelainan kelenjar tiroid.Kondisi rahim yang gila ibarat fibroid rahim, leher rahim yang lemah, pertumbuhan plasenta abnormal, dan hamil dengan anak kambar.Faktor gaya hidup ibarat konsumsi kafein, alkohol, tembakau, dan kokain berlebihan juga sanggup menjadi pemicu keguguran.Infeksi basil atau virus selama kehamilan.Trauma perut akhir jatuh, kecelakaan, atau stres.

Seseorang yang mempunyai kondisi di atas tidak selalu mengalami abortus imminens maupun keguguran, namun kondisi-kondisi di atas sanggup meningkatkan kemungkinan tersebut.

Gejala Abortus Imminens

Abortus imminens ditandai dengan tanda-tanda sebagai berikut ini:

Pendarahan vagina pada 20 ahad pertama kehamilan. Pendarahan sanggup berat atau sanggup juga hanya berupa bercak saja. Dokter akan menanyakan perihal seberapa berat pendarahan dan juga perihal ada tidaknya bekuan darah atau jaringan yang ikut keluar melalui pendarahan tersebut.Nyeri dan kram perut pecahan bawah. Nyeri sanggup terjadi pada satu sisi perut, pecahan tengah perut, atau bahkan di seluruh pecahan perut. Rasa nyeri ini sanggup merambat ke punggung pecahan bawah, bokong, dan area kemaluan.

Apabila mengalami tanda-tanda ibarat yang disebutkan di atas selama kehamilan, segera konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebab pastinya.

Diagnosis Abortus Imminens

Diagnosis abortus imminens dimulai dengan wawancara pasien untuk mengetahui tanda-tanda yang dialami dan riwayat kesehatan secara keseluruhan. Setelah itu, dokter juga akan melaksanakan investigasi fisik. Apabila dokter meragukan adanya abortus imminens, investigasi lain yang mungkin akan dilakukan yaitu seperti:

Pemeriksaan panggul, bertujuan untuk mengusut organ reproduksi Anda termasuk vagina, leher rahim, dan rahim. Dokter akan mencari sumber pendarahan dan melihat apakah kantung ketuban telah pecah.USG atau ultrasonografi, dilakukan untuk memantau detak jantung dan perkembangan janin serta untuk memilih jumlah pendarahan. USG transvaginal biasanya dipilih dibandingkan USG perut untuk mendapat hasil yang lebih akurat.Tes darah seperti complete blood count juga mungkin dilakukan untuk mengusut kadar hormon. Pada kondisi abortus imminens, kadar hCG biasanya rendah. Selain itu dokter juga akan mengusut kadar hormon progesteron yang merupakan hormon yang mendukung kehamilan.Penanganan Abortus Imminens

Penanganan abortus imminens bergantung pada penyebabnya. Berikut yaitu beberapa hal yang mungkin disarankan dikala Anda mengalami abortus imminens:

Bed rest atau istirahat total. Pada dasarnya cara ini tidak sanggup mencegah keguguran, tapi paling tidak sanggup membantu Anda menurunkan stres dengan tidak terlalu banyak mengeluarkan tenaga.Tidak memakai tampon atau memasukkan apapun ke vagina. Hubungan seksual juga sebaiknya dihindari sampai paling tidak tanda-tanda telah hilang selama lebih dari satu minggu.Dokter mungkin akan meresepkan pelengkap progesteron. Beberapa penelitian mengatakan bahwa pelengkap ini sanggup membantu mencegah keguguran.

Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa sekitar 50% masalah pendarahan dikala hamil menjadikan keguguran, artinya masih terdapat 50% masalah di mana kehamilan tetap berlanjut meskipun terjadi pendarahan vaginal selama hamil.

Perawatan pendukung dan perubahan teladan hidup sanggup mendukung kehamilan semoga sanggup tetap bertahan sampai waktu kelahiran.

Pencegahan Abortus Imminens

Abortus imminens dan keguguran terkadang sulit dicegah, namun beberapa kebiasaan mungkin sanggup membantu mewujudkan kehamilan yang sehat. Berikut yaitu beberapa langkah yang sebaiknya diperhatikan oleh ibu hamil semoga kehamilan sanggup tetap sehat:

Hindari konsumsi alkoholHindari rokokHindari konsumsi obat-obatan terlarangKurangi konsumsi kafeinHindari konsumsi masakan yang sanggup menciptakan ibu sakit atau sanggup membahayakan janinMenghindari paparan zat kimia yang beracun dan berbahayaJika mengalami bisul virus atau bakteri, segera konsultasikan dengan dokter semoga segera mendapat penanganan.Penuhi kebutuhan nutrisi dengan masakan bergizi dan pelengkap pendukung ibarat asam folat.Berolahraga secara rutin, paling tidak dua jam per ahad dan pilih olahraga yang tidak berbahaya untuk ibu hamil.

Mendeteksi abortus imminens dan gangguan kehamilan lainnya secara dini sanggup mencegah terjadinya banyak sekali komplikasi. Maka dari itu, pastikan Anda menjalani investigasi kehamilan secara rutin semoga sanggup mengetahui perkembangan janin sekaligus mengetahui bila terdapat duduk kasus yang memerlukan penanganan khusus.

 

Sumber:

Threatened Abortion (Threatened Miscarriage) – https://www.healthline.com/health/miscarriage-threatened#symptoms diakses 4 Juli 2019Miscarriage – threatened – https://medlineplus.gov/ency/article/000907.htm diakses 4 Juli 2019Threatened Miscarriage – https://www.emedicinehealth.com/threatened_miscarriage/article_em.htm#threatened_miscarriage_facts diakses 4 Juli 2019Signs and Risks of a Threatened Miscarriage – https://www.verywellfamily.com/threatened-miscarriage-2371353 diakses 4 Juli 2019