16 Ancaman Shisha Yang Merusak Kesehatan Perokok! (Berisiko Stroke)

women-connect-asia.com– Shisha merupakan cara menikmati tembakau dengan gaya yang berbeda. Ada yang menyampaikan bahwa shisha kondusif 100%, namun tidak juga, bahkan ancaman shisha sama dengan rokok biasa. Bagaimana pun yang namanya tembakau tetap ada nikotinnya, hanya saja lebih rendah daripada rokok. Ini mungkin lantaran lebih ringan dan sudah dicampur dengan air sebagai filter bahkan tidak jarang dicampur dengan wine.

Apa Itu Rokok Shisha?

Shisha ialah pipa yang dipakai untuk merokok di mana adonan tembakau dan perasa atau gula molase dihisap. Tembakau dipanaskan di bawah arang, panas mendorong asap ke dalam wadah air di mana ia meluap dan kemudian meninggalkan wadah air melalui selang dan dihirup.

Seperti dilansir dari Health Europa, ada kesalahan persepsi yang terus-menerus menyebutkan bahwa shisha tidak berbahaya, padahal sebaliknya.

Sementara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa air dalam pipa shisha menyerap sebagian nikotin dari tembakau, tetapi tidak semuanya, sehingga nikotin yang diserap perokok masih sanggup menjadikan kecanduan serius dan problem kesehatan jangka panjang lainnya. Sekarang sudah tahu apa itu shisha, berikut ini ketahui selengkapnya ancaman dari sisha.

Bahaya Shisha bagi Kesehatan

Perokok shisha berisiko terhadap banyak penyakit yang sama berbahayanya dengan perokok biasa, berikut bahayanya:

1. Kanker mulut

Sekitar 90 persen dari mereka yang didiagnosis dengan kanker lisan atau kanker faring (termasuk kanker mulut, lidah, bibir, tenggorokan, potongan hidung, dan laring) ialah pengguna tembakau. Shisha sendiri memakai tembakau yang juga mengandung zat berbahaya menyerupai tar, nikotin karbon monoksida, arsenik, dan timah.

Faktor risiko dari semua bentuk tembakau sanggup meningkatkan risiko seseorang terkena kanker mulut. Faktanya, perokok enam kali lebih mungkin terkena kanker lisan daripada bukan perokok.

2. Kanker paru-paru

Sama menyerupai rokok biasa, ancaman shisha juga berisiko kanker paru-paru. Penyakit ini merupakan penyebab utama simpulan hidup akhir kanker pada laki-laki maupun wanita, lantaran sangat sulit diobati. Lagi-lagi ini lantaran kandungan berbahaya dalam tembakau.

3. Kanker perut

Sering menghisap shisa menjadikan luka dan peradangan lantaran anutan darah pada dinding lambung dan usus berkurang, sehingga berisiko terhadap kanker perut atau lambung.

Gejala kanker lambung ditandai dengan darah di tinja hingga mencicipi sakit perut. Namun, sering kali, kanker lambung tidak mempunyai tanda-tanda pada tahap awal, atau gejalanya sanggup samar, halus, dan tidak spesifik — menyerupai mual atau penurunan berat badan.

4. Kanker kerongkongan

Selain asupan akohol berlebih, menghisap shisha juga menjadi salah satu risiko yang menjadikan kanker kerongkongan, yang sanggup terjadi pada laki-laki maupun wanita.

Gejala kanker kerongkongan ditandai dengan kesulitan menelan, penurunan berat badan, mulas, muntah, dan batuk. Bila Anda mencicipi beberapa gejalanya segera periksakan diri ke dokter.

5. Satu kali shisha = 100 rokok biasa

Merokok shisha selama satu jam menyerupai Anda merokok 100 kali lebih banyak daripada satu batang rokok. Ini lantaran asap yang didinginkan oleh air dan mempunyai aroma buah atau herbal, yang dihirup lebih dalam dan lebih lama. Inilah yang menjadikan kerusakan yang lebih berkelanjutan pada jantung dan paru-paru.

Sementara berdasarkan perokok, manfaat shisha sanggup membangitkan semangat dan mencegah kantuk, namun justru ini yang menjadikan insomnia atau susah tidur.

6. Berat lahir bayi rendah

Shisha sanggup menciptakan ketagihan lantaran mengandung nikotin. Bahkan shisha bebas tembakau menyerupai shisha herbal atau aroma buah, tidak aman. Shisha yang bebas tembakau masih mengandung tar, kadar karbon monoksida yang tinggi, dan bahan-bahan beracun lainnya.

Jika ibu hamil merokok shisha, berisiko menjadikan bayi mempunyai berat tubuh lahir rendah. Bayi yang lahir dari perokok shisha juga berisiko lebih tinggi mengalami penyakit pernapasan

7. Sakit kepala ringan dan dehidrasi

Potensi sakit kepala ringan sanggup terjadi selama merokok shisa, atau tidak usang sesudah itu. American Lung Association menyampaikan bahwa kebiasaan merokok shisha sanggup menjadi pengalaman yang menyenangkan, dan orang-orang yang mencobanya untuk pertama kalinya mungkin akan menghirup terlalu banyak.

Faktor lain dari ancaman shisha ialah dehidrasi, yang sanggup terjadi bila perokok shisha belum minum cukup air.

8. Mual dan Batuk

American Lung Association telah mendata lebih dari 20 rasa shisha, yang memungkinkan individu mempunyai reaksi berbeda terhadap rasa – dan beberapa rasa mungkin tidak cocok dengan perokok shisha.

Menghirup rasa atau aroma shisha terlalu tajam sanggup menjadikan batuk atau meludahkan tembakau, dan batuk juga sanggup terjadi bila orang lain menghembuskan asap ke wajah Anda.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa perokok cenderung merokok hingga mereka memenuhi kebutuhan mereka dan tahu kapan harus berhenti untuk menghindari mual.

Namun, pipa air untuk penggunaan shisha mengandung lebih sedikit nikotin, yang sanggup menjadikan seseorang merokok lebih banyak dan tidak tahu kapan ia harus berhenti. Inilah yang sanggup menjadikan perokok shisha sakit perut atau mual.

9. Mengganggu kesehatan kardiovaskular

Bahaya sisa sanggup memengaruhi sistem kardiovaskular, karena asapnya mengandung materi kimia berbahaya seperti, nikotin, polutan udara, partikel, materi kimia organik yang gampang menguap, hidrokarbon aromatik polisiklik, akrolein, timah, kadmium, dan arsenik.

10. Menularkan penyakit

Setiap kali merokok shisha sanggup menghirup hingga 6,5 ??kali karbon monoksida dan 46,4 kali tar sebagai perokok tunggal.

Selain risiko yang disebabkan oleh asap shisha, asap dari arang mempunyai zat beracun yang unik dan mempunyai risiko kesehatan sendiri.

Nah, lantaran merokok shisha biasanya bersama teman-teman dan sering membuatkan rokok shisha, inilah yang menjadikan risiko penyakit menular menyerupai hepatitis dan TBC (tuberculosis) meningkat.

Perokok shisha juga sanggup meningkatkan risiko abuh pernapasan akhir dari membuatkan corong shisha dengan orang lain.

12. Penuaan kulit

Tidak hanya menjadikan penyakit, ancaman shisha juga sanggup memengarui penampilan yakni menjadikan penuaan dini. Ini lantaran kandungan tembakau pada sisaha sanggup mengurangi jumlah oksigen yang mencapai kulit.

13. Kecanduan

Mitos menyebutkan bahwa manfaat shisha yang mempunyai banyak sekali varian rasa baik kesehatan, namun faktanya sama sekali tidak bermanfaat. Mungkin nikotin dan aroma yang menciptakan efek kecanduan.

Kecanduan ialah efek jangka panjang dari merokok shisha. WHO menjelaskan bahwa air dalam pipa shisha sanggup menyerap sebagian nikotin dari tembakau, tetapi tidak semuanya, sehingga nikotin yang diserap perokok shisha masih sanggup menjadikan kecanduan serius dan problem kesehatan jangka panjang lainnya.

14. Impotensi

Bahaya shisha sama halnya dengan rokok batangan biasa, yaitu berisiko menjadikan impotensi pada pria.

Ada sebuah fakta medis yang telah usang ditemukan bahwa merokok berlebihan menjadikan disfungsi ereksi.

Jika Anda laki-laki berusia 40-an dan perokok berat, kemungkinan Anda menderita disfungsi ereksi berkisar 25 persen lebih tinggi. Merokok shisha berisiko menjadikan penyempitan pembuluh darah di penis, sehingga menjadikan terbatasnya anutan darah ke organ vital, yang pada kesannya kesulitan dalam memuaskan pasangan.

15. Stroke

Mereka yang biasa merokok shisha berisiko lebih tinggi terkena stroke daripada orang yang merokok batangan biasa, berdasarkan Kongres Internasional Neurologi dan Elektrofisiologi Klinis ke-24.

Stroke ialah penyebab utama kedua kematian, dan penyebab pertama kecacatan. Sementara simpulan hidup akhir stroke otak telah menurun secara luar biasa di negara-negara maju, usia rata-rata simpulan hidup akhir stroke otak, misal di Iran, masih 10 tahun di bawah rata-rata global.

16. Mengganggu kesehatan gigi

Bahaya shisha juga sanggup mengganggu kesehatan gigi Anda. Bentuk merokok yang dilakukan dengan memakai pipa air dini bekerjasama dengan penyakit gigi yang serius menyerupai kanker mulut, soket kering, penyakit gusi, dan kanker kerongkongan.

Di samping peningkatan risiko penyakit jantung dan kanker paru-paru. Menurut penelitian, menghirup rokok shisha selama 80 menit setara dengan merokok 100 batang. Ini lantaran perokok shisha sanggup menghisap 200 kali tembakau yang dipanaskan selama sesi merokok shisha, dibandingkan dengan sekitar 75 dari menghisap rokok biasa.

Tanda Kecanduan Shisha

Salah satu tanda utama kecanduan ialah mengembangkan harapan untuk zat tersebut, atau mengalami tanda-tanda penarikan saat pergi tanpa itu. Pengguna Shisha menawarkan harapan dan penarikan, menyerupai halnya perokok biasa, bahkan bila mereka tidak merokok shisha secara teratur.

Beberapa tanda-tanda kecanduan nikotin yang sanggup dirasakan adalah:

Merasa gelisahSifat lekas marahMengidamDepresiGangguan berpikir atau gangguan kognitifNafsu makan meningkatInsomnia atau sulit tidur

Gejala-gejala ini sanggup mulai dalam beberapa jam sesudah merokok, namun meningkat sesudah beberapa hari, dan berlangsung selama berbulan-bulan, tergantung intensitas dari perokok shisha.